Mengetahui Ciri – Ciri Kontraksi Menjelang Proses Persalinan

Proses persalinan sudah di depan mata ini, pastinya hal tersebut membuat Anda merasa harap – harap cemas, kan? Di saat itu Anda merasa tidak sabar lagi menantikan kehadiran buah hati tercinta, tetapi disaat yang bersamaan pula Anda juga merasa cukup cemas sekali menghadapi proses persalinan. Apabila ini adalah kehamilan pertamamu, mungkin saja Anda bertanya – tanya mengenai ciri – ciri kontraksi menjelang proses persalinan.

Nah, untuk mempersiapkan diri dengan baik jelang persalinan nanti, yuk cari tahu informasi selengkapnya di sini mengenai kontraksi kehamilan.

Mengetahui Ciri – Ciri Kontraksi Menjelang Proses Persalinan

Penting sekali untuk Anda tahu bahwa pada dasarnya sebelum kontraksi ini terjadi, Anda biasanya akan merasa nyeri mirip dengan rasa sakit yang dialami pada saat menstruasi atau haid. Kontraksi kehamilan biasanya terjadi pada saat otot rahim sudah mulai meregang dan mengerut untuk membuka jalan rahim serta mendorong bayi hingga ke bagian leher rahim. Ketika kontraksi terjadi, maka proses persalinan akan segera dimulai. Berikut ini adalah ciri – ciri kontraksi yang harus Anda tahu.

Intensitas kontraksi menjadi semakin kuat

Ciri kontraksi menjelang proses persalinan yang pertama adalah intensitas kontraksinya berangsur menjadi semakin kuat. Intensitas kontraksi proses persalinan ini nanti akan terus bertambah jadi semakin kuat dengan semakin dekatnya waktu persalinan. Bahkan rasa sakitnya tidak akan berkurang sedikit pun meskipun Anda berusaha keras untuk merubah posisi atau melakukan aktifitas apapun.

Kontraksi terjadi lebih sering dan semakin lama

Ciri lainnya adalah kontraksi yang terjadi lebih sering dan semkain lama. Ya, frekuensi dan durasi kontraksi pada saat proses persalinan sudah mulai dekat pastinya akan terus bertambah. Mungkin awalnya kontraksi tersebut terjadi dengan durasi sekitar 30 – 45 detik dan jarak antara kontraksinya sekitar 5 – 30 menit. Tetapi demikian semakin besar pembukaan, tentu saja kontraksi akan jadi terasa semakin kuat lagi dan dengan frekuensi yang semakin sering juga dengan durasi lebih lama, yakni sekitar 45 – 60 detik dan dengan jarak antar kontraksi sekitar 3 – 5 menit.

Rasa sakit di bagian punggung bawah

Penting pula untuk Anda tahu bahwa pada awal proses persalinan, janin akan bergeser dan mulai melakukan penekanan pada tulang bagian belakang. Oleh sebab itu, awalnya kontraksi kehamilan ini akan terasa di bagian punggung bawah, kemudian mulai menyebar sampai ke bagian perut bawah. Sebagian wanita hamil bahkan ada yang mengatakan bahwa rasa sakit ketika kontraksi terjadi dirasakan pula sampai ke pinggang dan paha.

Terdapat bercak darah

Selain hal tersebut, kontraksi persalinan ternyata juga dibarengi pula dengan bercak darah yang keluar dari vagina. Pada saat rahim mulai membuka, maka gumpalan lendir yang lengket di dinding rahim akan keluar dan bercampur dengan darah. Hal ini jadi salah satu pertanda bahwa Anda akan segera menjalani proses persalinan.

Pecah ketuban

Pada 15% dari proses persalinan, kontraksi ternyata juga ada yang dibarengi dengan ketuban yang pecah. Bisa jadi juga ketuban Anda paru pecah selama proses persalinan tersebut berlangsung, atau dipecahkan oleh dokter maupun bidan Anda. Tetapi jika kontraksi yang Anda rasakan dibarengi dengan ketuban yang pecah, maka dapat dipastikan kontraksi yang Anda rasakan tersebut adalah kontraksi yang sebenarnya.

Nah, itulah ciri – ciri kontraksi menjelang proses persalinan yang bisa kami informasikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *