Jokowi Ma’ruf Amin Intens Bertemu Lakukan Simulasi

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi Ma’ruf Amin intens melangsungkan pertemuan jelang debat perdana Pemilihan Presiden 2019 yang berlangsung 17 Januari 2019. Pertemuan tersebut bukan tanpa alasan. Pertemuan antara keduanya lebih intens karena untuk membahas debat perdana dan terakhir. Yakni, debat yang mempertemukan antar kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Khususnya tentu ketika perdebatan itu pasangan capres dan cawapres. Ada dua kali. Dalam pertemuan dengan Jokowi, ucap Ma’ruf, juga dilakukan simulasi debat. Hal itu untuk mendalami materi-materi debat perdana yang akan berlangsung 11 hari ke depan. “Ya tentu, harus. Kita akan melakukan simulasi, pendalaman juga,” tutur Ma’ruf.

Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) memang akan memberikan daftar pertanyaan kepada kedua pasangan capres-cawapres sebelum debat berlangsung. Ma’ruf mengatakan, hal itu memang sedikit mempermudah baginya untuk menjalani debat. Calon wakil presiden 01 Jokowi Ma’ruf Amin tengah intens berdiskusi dengan para pakar jelang debat perdana pemilihan presiden pada 17 Januari 2019 mendatang.

Ma’ruf melangsungkan diskusi dengan tim materi debat pada Minggu (6/1/2019) pagi. Menurut Ma’ruf, tim materi debat itu dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma’ruf Amin, Erick Thohir. Tim pakar itu memberikan masukan-masukan kepada Ma’ruf agar menguasai materi debat. Tadi pagi di bawah pimpinan pak Erick Thohir tim materi debat pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin datang ke sini untuk memberikan semacam masukan-masukan tentang persiapan debat yang akan datang,” ujar Ma’ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

Diutarakan Ma’ruf saat bersilaturahmi dengan kelompok suporter pelbagai klub di Indonesia. Mereka berasal dari The Jakmania Persija Jakarta, Aremania Arema Malang, Semen Padang, PSPS Riau Pekanbaru, K-Conk Mania dari Madura, Boro Mania PS Bojonegoro, Persewangi Banyuwangi, Persibo Probolonggi, Persipon Pontianak, PS Bhayangkara, PSM Makassar, dan Paguyuban Suporter Timnas Indonesia. Ma’ruf menjawab pertanyaan dari salah satu suporter yang menginginkan agar supaya persepakbolaan Indonesia lebih baik kedepannya. Strategi ala Ma’ruf Amin akan digunakan, jika ia bersama dengan Jokowi Ma’ruf Amin terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Strategi yang utama, menurut paslon 01 Jokowi Ma’ruf Amin adalah memberantas mafia sepak bola di Indonesia. Sebab, ucap Ma’ruf, kemajuan sepak bola Indonesia akan terhambat, jika mafia masih merajalela. Ia pun mengaku kecewa, begitu mendengar pemberitaan adanya kasus mafia pengaturan skor di Indonesia. “Saya kecewa sekali. Mana mungkin akan maju kalau ada mafia. Makanya mafia itu harus diberantas hingga ke akar-akarnya,” ujar Ma’ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. Strategi berikutnya, yakni pengelolaan manajemen sepak bola yang baik. Ia pun menilik dari klub-klub besar di Eropa, yang pengelolaan manajemen sepak bolanya begitu berkembang pesat. Perlu ada kemanpuan untuk memilih bakat. Lalu punya pelatih yang harus luar biasa. Jadi perpaduan antara pemain pintar dan pelatih cerdas. Itu untuk menang dan maju terus. Orang puas nontonnya karena permainannya bagus, Kalau dulu bisa kenapa sekarang tidak bisa.

Jokowi Ma’ruf Amin meyakini, dari sekitar 264 juta penduduk Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, pasti ada bakat-bakat yang terpendam. Jika pengelolaan manajemen sepak bola Indonesia sudah baik, maka strateginya adalah suporter yang memiliki sikap yang baik, dan tak berbenturan antar satu sama lain. “Dan peran suporter penting. Tanpa itu, bola tidak ada apa-apanya. Makanya kita harus bisa memperbaiki citra sepak bola nasional. Dan harus punya semangat bertanding,” ucap Ma’ruf. Strategi yang terakhir, adalah dengan memperbanyak kompetisi selingan dari liga utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *